Menyoal pembajakan karya (kasus Cosaaranda.com dan fajarz)

Walaupun saya tidak pernah mengenal cosaaranda dan juga fajarz… (lupa tadi nama lengkapnya siapa…).. secara langsung dan pribadi, tapi ada satu hal yang menarik yang saya baca dari artikel blog cosa via rss tadi pagi, yakni ttg pembajakan buku.

Kebetulan karena yang dibahas adalah di bidang per bukuan, maka saya tertarik untuk menuliskan pendapat saya tentang hal ini mengingat saya ngerti sekali dunia buku offline (tempat beta mencari makan hehe). intinya cosa menuduh si fajarz bahwa si fajarz menyalin mentah-mentah isi dari blog cosa.

Dan juga mengingat bahwa saya (efisitek) juga pernah mengeluarkan buku tentang adsense, tapi blom tahu kapan diterbitkannya oleh Yrama Widya, (sudah selesai dari akhir tahun 2007, kapan nih pakkk editor terbitnya!!! hehe) maka saya ingin mengomentari hal ini (maksudnya sy bergerak di bidang buku dan saya juga praktisi dan pengarang adsense, jadi kompeten dunk klo komen).

Dari yang saya tangkap, ada beberapa bayangan subjektif yang ada di benak saya:

  1. Jika penyalinannya 100% plek. hal ini jelas tidak etis. Dan kesalahan ada pada pihak Fajarz. Kita akan tinjau aspek yuridisnya nanti. Yang jelas hal ini tidak etis.
  2. Jika penyalinan tidak 100% plek, maka fajarz tidak dapat disalahkan, karena apa yg ditulis cosaaranda.com juga banyak terdapat di buku-buku lainnya (misalnya saja buku-buku yg sy gunakan ketika menulis buku adsense di Yrama Widya), semisal Google Advertising Tools oleh Harold Davis (diterbitkan oleh o’reilly), Make Easy Money with Google: Using the AdSense Advertising Program oleh Peachpit Press, Google: The Missing Manual, 2nd Edition oleh J.D. Biersdorfer, Rael Dornfest, Matthew MacDonald, Sarah Milstein. Dan lainnya.

Lalu apakah sebaiknya cosa mengajukan tuntutan ke Fajarz?

Nah khusus kasus yuridis seperti ini, saya tidak terlalu tahu detilnya, tapi yg jelas sy sudah pernah melihat kasus yg semisal, ketika itu ada penulis di Andi offset yg komplen ke penulis lainnya ttg penjiplakan. Dan hasilnya:

saya menyarankan cosa untuk tidak perlu menggugat karena beberapa sebab:

  1. Kasus persidangan bakalan dilaksanakan di Jogja (karena penerbit mediakom di jogja), dan dulu yg pernah dialami relasi mengharuskan kedua belah pihak hadir di persidangan. Waktu itu katanya biaya untuk hadir di persidangan (karena relasi sy ada di semarang jadi harus bolak balik smg-jogja) hampir sama seperti biaya yg untuk ganti ruginya (walaupun masih besar biaya ganti ruginya). Jadi capee deh. Dan persidangan (dulu) tidak bisa sehari lsg selesai, harus bolak balik selama berbulan-bulan. Bahkan salah satu relasi sy lain yg berurusan dgn pengadilan ttg copaste content website sebuah perush mebel, kasusnya sekitar 2 thn lalu sampe skrg belum jelas hasilnya…bayangkan tahunan rek…
  2. Saya terus terang kasihan dengan fajarz nya, soalnya Walaupun saya belom pernah menulis di mediakom, tapi saya bisa estimasi berapa royalti yg bakalan diperolehnya, estimasi normal saya antara 1-2 juta saja seandainya harga buku sekitar 20-30 rebu (bener gak estimasiku iki mas eko ? sampeyan kan sing wis nulis di mediakom… hehe). Nah, klo dapet duit segini, lalu dituntut, kaciaan deh si fajarnya…..Tidak semua penulis buku komputer itu dapet duit banyak. Silakan cek artikel blog sy terdahulu.

jadi intinya sy menyarankan si cosa untuk tidak perlu menuntut, yah kekeluargaan lah. Bisa bagi royalti (minta persenan) atao solusi lain yg win-win solution.

NB:

  1. Untuk artikel dari mas cosa yg dimaksud bisa dilihat di http://www.cosaaranda.com/buku-adsense-samaran.htm



1 Comment

  1. Mengikuti lagi kasus perkembangan Cosaaranda.com dan Fajar F Zebua + Mediakom -2- « All about IT Business Said,

    May 24, 2008 @ 4:07 pm

    [...] lagi kasus perkembangan Cosaaranda.com dan Fajar F Zebua + Mediakom -2- Setelah di artikel sebelumnya sy sarankan si Cosa untuk tak usah menuntut, skrg sy jadi semakin tertarik dgn [...]

RSS feed for comments on this post